AROMA SEMERBAK MINYAK KESTURI - SORBAN

AROMA SEMERBAK MINYAK KESTURI

AROMA SEMERBAK MINYAK KESTURI

96m23zwizik5fgwm8mvj_14689

Al-Imam Ibnul Jauzi bercerita :

Abu Bakar Al Misky ditanya seseorang, “Kami selalu mencium aroma semerbak minyak misik (kesturi) dari tubuhmu.

Apa penyebabnya?

” Ia menjawab, “Demi Allah, telah bertahun-tahun aku tidak memakai minyak kesturi.

Namun penyebab munculnya bau wangi ini adalah karena seorang perempuan yang menjebak aku hingga membuatku terperangkap masuk ke dalam rumahnya. Setelah itu ia menutup semua pintu dan merayuku agar melakukan perbuatan tidak senonoh dengannya.

Dalam keadaan bingung dan kehilangan akal untuk menghindari bujuk rayunya aku berkata, “Aku ingin ke kamar kecil untuk buang hajat.”

Lalu ia menyuruh pelayan perempuan mengantarku menuju kamar kecil.
Setelah berada di kamar kecil aku mengambil kotoran dan melumuri seluruh tubuhku dengannya. Lalu dengan tubuh penuh kotoran aku keluar menemuinya kembali. Melihat keadaan tubuhku yang berlumuran kotoran, ia terkejut dan tercengang lalu mengusirku keluar.

Akhirnya aku berhasil keluar dari rumahnya dan pergi untuk mandi membersihkan badan.

Pada saat tidur aku bermimpi mendengar suara berkata kepadaku, “Engkau telah melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan siapapun sebelummu. Karena itu aku akan membuat tubuhmu selalu menebarkan bau wangi di dunia dan akhirat.”

Semenjak saat itulah tubuhku berbau wangi sampai sekarang.”

(Ibnul Jauzi, Al Majalis wal Mawa’idz, hal. 224. Lihat juga Al-Jaza’ Min Jinsil Amal juz 2 hal. 128).

Mulai saat itulah Abu Bakar, sang pemuda sholeh tersebut lekat denga gelar AL-MISKY (yang selalu wangi minyak kesturi). Pemuda yang tahan godaan seperti inilah yang akan menjadi penerus perjuangan para Ulama, pemuda harapan bangsa, pemuda yang didamba-dambakan setiap orang tua bahkan membuat Takjub Allah Azza Wa Jalla.

Baca Juga  ISLAM SATU TAPI DI LAPANGAN TIDAK SATU

Dalam sebuah Hadits disebutkan :

Dari Sayyidina ‘Uqbah bin Amir, beliau berkata : Rasulullah ﷺ bersabda :

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla takjub terhadap seorang pemuda yang tidak menuruti hawa nafsunya”

(HR. Ahmad, Abu Ya’la dan At-Thabrani dengan Isnad yang Hasan)

[Al-Haitsami, Majma’ Az-Zawaid, juz 10 hal. 477 no. 17954].

SEMOGA BERMANFAAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SORBAN